Rabu, 17 September 2014

ciri - ciri subjek, predikat, objek



PENGERTIAN KALIMAT MENURUT PARA AHLI
Kita sering mendengar istilah kalimat dan pasti kita pernah menggunakannya. Namun tahukah kalian apa pengertian dari kalimat itu sendiri??  Pengertian atau definisi kalimat memang bermacam-macam. Para ahli bahasa pun memiliki beragam definisi, diantaranya :
a)    Menurut ahli tata bahasa tradisional dalam buku Chaer (1994:240),
“kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap”.
b)   Menurut Alwi dkk., (2000:311),
“Dalam wujud tulisan, kalimat diucapkan dalam suara naik-turun dan keras-lembut disela jeda, diakhiri intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan, baik asimilasi bunyi maupun proses fonologis lainnya”.
Dalam bahasa Indonesia, kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Dalam tulisan latin kalimat adalah  sekumpulan kata yang diawali huruf capital dan diakhiri intonasi final tanda titik (.), tanda Tanya (?), dan tanda seru (!) termasuk di dalamnya tanda koma (,), titik dua (:), titik koma (;), tanda pisah(-), tanda sambung (-), dan spasi yang dapat menyampaikan pikiran secara utuh.

UNSUR-UNSUR KALIMAT
Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK :
1. Subjek / Subyek (S) 
2. Predikat (P)
3. Objek / Obyek (O)
4. Pelengkap
5. Keterangan (K)
Berikut ini adalah ciri serta contoh dari masing-masing unsur kalimat :
1.  Subjek / Subyek (S)
Subjek adalah unsur pokok yang terdapat pada sebuah kalimat, di samping unsur predikat. Dalam pola kalimat bahasa Indonesia, subjek biasanya terletak sebelum predikat, kecuali jenis kalimat inversi. Subjek umumnya berwujud nomina. Perhatikan contoh kalimat di bawah ini :
a)    Peserta audisi itu puluhan ribu orang.
b)   Dia datang dari Bogor.
c)    Agnes Monica adalah seorang penyanyi terkenal.
d)   Pak Aldy pergi ke Malaysia.
Dari contoh kalimat di atas, peserta audisi itu, dia, Agnes Monica dan Pak Aldy adalah contoh dari subjek. Selain itu ada pula subjek yang tidak berupa nomina. Perhatikan contoh di bawah ini :
a)    Berwudlu harus dilakukan sebelum sholat.
b)   Lima adalah sebuah angka.
c)    Sakit bisa dialami semua orang.
Ciri-ciri subjek :
-      Jawaban atas pertanyaan ‘apa’ atau ‘siapa’.
-      Disertai kata ‘itu’.
-      Didahului kata ‘bahwa’.
-      Mempunyai keterangan pewatas ‘yang’ (penghubung dengan menggunakan kata ‘yang’).
-      Tidak didahului preposisi seperti ‘dari’, ‘dalam’, ‘di’, ‘ke’, ‘kepada’, ‘pada’.
-      Berupa Nomina atau Frasa Nominal
2.  Predikat (P)
Predikat juga merupakan unsur utama suatu kalimat di samping subjek yang merupakan inti dari kalimat. Unsur pengisi predikat suatu kalimat dapat berupa Kata, misalnya verba, adjektiva, atau nominal, numeral dan preposisional. Selain itu dapat pula berupa Frasa, misalnya frasa verbal, frasa adjektival, frasa nominal, frasa numeralia (bilangan). Perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah ini:
a. Qiqi belajar di kamar.
b. Ibu memasak tumis kangkung.
c. Aldy sedang membaca Koran.
Dari contoh di atas, kata belajar, memasak dan membaca merupakan contoh dari predikat.
Ciri-ciri predikat :
-      Jawaban atas pertanyaan ‘Mengapa’ atau ‘Bagaimana’.
-      Dapat berupa kata ‘Adalah’ atau ‘Ialah’.
-      Dapat diingkarkan  yang diwujudkan oleh kata ‘Tidak’.
-      Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas seperti ‘telah’, ‘sudah’, ‘sedang’, ‘belum’, ‘akan’, ‘ingin’, ‘hendak’, ‘mau’, dll.
3.    Objek (O)
Objek bukan unsur wajib dalam kalimat. Keberadaanya umumnya terletak setelah predikat yang berkatagori verbal transitif (kalimat aktif transitif) yang sedikitnya mempunyai tiga unsur utama, subjek, predikat, dan objek. Objek pada kalimat aktif akan berubah menjadi subjek jika kalimatnya dipasifkan. Demikian pula, objek pada kalimat pasif akan menjadi subjek jika kalimatnya dijadikan kalimat aktif. Objek umumnya berkatagori nomina. Berikut contoh objek dalam kalimat:
a. Adik bermain layangan .
b. Aldy membeli sebuah buku.
c. kelinci itu memakan wortel.
layangan, sebuah buku, dan wortel pada tiga kalimat di atas adalah contoh objek.
Ciri-ciri objek ini sebagai berikut:
-      Langsung di belakang predikat.
-      Dapat menjadi subjek kalimat pasif.
-      Tidak didahului preposisi.
-      Didahului kata ‘bahwa’.
4.  Pelengkap
Pelengkap dan objek memiliki kesamaan. Kesamaan pada ke dua unsur kalimat ini adalah : bersifat wajib ada karena melengkapi makna verba predikat kalimat, menempati posisi di belakang predikat dan tidak didahului preposisi. Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap. Contoh kalimat pelengkap :
a. Indonesia berdasarkan Pancasila.
b. Aldy ingin selalu berbuat kebaikan.
c. Kaki Aji tersandung batu.
d. Mahkota itu bertahtakan berlian.
Berikut ciri-ciri pelengkap:
-       Di Belakang Predikat
Ciri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contohnya terdapat pada kalimat berikut.
a)   Anggi mengirimi saya buku baru.
b)   Mereka membelikan ayahnya kacamata baru.
Unsur kalimat buku baru dan kacamata baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan tidak mendahului predikat.
     -    Tidak Didahului Preposisi
5.  Keterangan
Keterangan merupakan unsur kalimat yang memberikan informasi lebih lanjut tentang suatu yang dinyatakan dalam kalimat; misalnya, memberi informasi tentang tempat, waktu, cara, sebab, dan tujuan. Keterangan ini dapat berupa kata, frasa, atau anak kalimat. Keterangan yang berupa frasa ditandai oleh preposisi, seperti di, ke, dari, dalam, pada, kepada, terhadap, tentang,oleh, dan untuk. Keterangan yang berupa anak kalimat ditandai dengan kata penghubung, seperti ketika, karena, meskipun,supaya, jika, dan sehingga. Berikut ini beberapa ciri unsur keterangan:
-      Bukan Unsur Utama (tidak bersifat wajib seperti subjek, predikat, objek dan pelengkap ).
-      Tidak Terikat Posisi (memiliki kebebasan tempat di awal/ di akhir , atau di antara subjek dan predikat).
-      Jenis Keterangan.
Keterangan dibedakan berdasarkan perannya di dalam kalimat.
1. Keterangan Waktu
Keterangan waktu dapat berupa kata, frasa, atau anak kalimat. Keterangan yang berupa kata adalah kata-kata yang menyatakan waktu, seperti kemarin, besok, sekarang, kini, lusa, siang, dan malam. Keterangan waktu yang berupa frasa merupakan untaian kata yang menyatakan waktu, seperti kemarin pagi, hari Senin, 7 Mei, dan minggu depan. Keterangan waktu yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor yang menyatakan waktu, seperti setelah, sesudah, sebelum, saat, sesaat, sewaktu, dan ketika.
contoh : Minggu depan akan dilaksanakan ujian tengah semester.
2. Keterangan Tempat
Keterangan tempat berupa frasa yang menyatakan tempat yang ditandai oleh preposisi, seperti di, pada, dan dalam.
contoh : Super Junior akan konser di Indonesia.
3. Keterangan Cara
Keterangan cara dapat berupa kata ulang, frasa, atau anak kalimat yang menyatakan cara. Keterangan cara yang berupa kata ulang merupakan perulangan adjektiva. Keterangan cara yang berupa frasa ditandai oleh kata dengan atau secara. Terakhir,  keterangan cara yang berupa anak kalimat ditandai oleh kata dengan dan dalam.
contoh : Ibu memotong bawang dengan menggunakan pisau.
4. Keterangan Sebab
Keterangan sebab berupa frasa atau anak kalimat. Keterangan sebab yang berupa frasa ditandai oleh kata karena atau lantaran yang diikuti oleh nomina atau frasa nomina. Keterangan sebab yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor karena atau lantaran.
contoh : Ibu menyuruhku cepat pulang karena cuaca sudah mendung.
5. Keterangan Tujuan
Keterangan ini berupa frasa atau anak kalimat. Keterangan tujuan yang berupa frasa ditandai oleh kata untuk atau demi, sedangkan keterangan tujuan yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor supaya, agar, atau untuk.
Contoh : Sebelum berangkat ke sekolah, Ricky menyisir rambutnya agar terlihat rapi.
6. Keterangan Aposisi
Keterangan aposisi memberi penjelasan nomina, misalnya, subjek atau objek. Jika ditulis, keterangan ini diapit tanda koma, tanda pisah (–), atau tanda kurang.
Contoh :  Dosen saya, Bu Margareta, terpilih sebagai dosen teladan.
7. Keterangan Tambahan
Keterangan tambahan memberi penjelasan nomina (subjek ataupun objek), tetapi berbeda dari keterangan aposisi. Keterangan aposisi dapat menggantikan unsur yang diterangkan, sedangkan keterangan tambahan tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan.
Contoh : Rizaldi, mahasiswa tingkat tiga, mendapat beasiswa.
8. Keterangan Pewatas
Keterangan pewatas memberikan pembatas nomina, misalnya, subjek, predikat, objek, keterangan, atau pelengkap. Jika keterangan tambahan dapat ditiadakan, keterangan pewatas tidak dapat ditiadakan.
Contoh : Mahasiswa yang mempunyai IP tiga lebih mendapat beasiswa.

endosentrik pada koran tribun



Nama   : Suci Arvia Niti Alam
Npm    : 126211329
Tugas   :sintaksis dalam frase endosentrik

Endosentrik pada koran Tribun Pekanbaru
Selasa 15 juli 2014 edisi 3.599
Frase endosentrik yang koordinatif
·         Terdiri dari unsure-unsur yang setara. Kesetaraan dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsure-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau’
Ø  Sedang  kecil
Ø  makan   minum
Ø  tas  koper
Ø  jiwa  ruh
Ø  pengalaman dan mengasah kemampuan
Ø  mampu mengungkapkan dan menyampaikan pikiran
Ø  keberanian dan mental
Ø  kesetiakawanan dan kebersamaan
Ø  diluar dan didalam sekolah
Ø  empat unit truk dan tangki
Ø  mencuri dan menjambret
Ø  pengunjung tamu
Ø  visi misi
frase endosentrik yang atributif
·         frase golongan ini terdiri dari unsure-unsur yang tidak setara’ karena unsure-unsurnya tidak mungkin dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.
Ø  Petani jagung
Ø  Tiga lokasi
Ø  Ketiga saksi
Ø  Hari minggu
Ø  Busana muslim
Ø  Tiga bank
Ø  Lima tersangka
Ø  Kedua terdakwa
Ø  Enam tahun penjara
Ø  Empat unit mobil
Ø  Delapan lantai
Ø  Empat hari
Ø  Dua jam
Ø  Puluhan pengunjung
Frase endosentrik yang apositif
Ø  Mereka akan menjalani libur lebaran
Ø  Mereka akan menjalani lebaran
Ø  Pelatih Indra Sjafri menjalani pemusatan latihan dikompleks Universitas Negari Yogyakarta (UNY)
Ø  Indra Sjafri menjalani pemusatan latihan dikompleks UNY
Ø  Pelatih menjalani pemusatan latihan di kompleks UNY
Ø  Kemarin atau pada senin (6/1) kita memeriksa sektretaris kota Pekanbaru Syukri Harto sebagai saksi
Ø  Pada senin (6/1) kita memeriksa Syukri Harto sebagai saksi
Ø  Kemarin kita memeriksa sekretaris kota Pekanbaru sebagai saksi

Minggu, 25 Mei 2014

prefiks, konfiks, sufiks, dan infiks bahasa jawa

Prefiks (awalan) bahasa jawa
Meng –
·         Meng – ambil : mengambil, “adikku mengambil jambu di depan rumah”
·         “adekku njukok jambu neng ngarep omah”
·         Meng – ikat : mengikat, “ani mengikat tali sepatunya”
·         “ani ngiket tali sepatune”
Per –
·         Per – panjang : perpanjang, “wasit memberikan perpanjangan waktu”
·         “Wasit ngenei perpanjangan wektu”
·         Per – luas : perluas, “ayah perluas jalan di depan rumah”
·         “bapak perluas dalan nang ngarep omah”
Ber –
·         Ber – jalan : berjalan, “nenek berjalan menuju rumah cucunya”
·         “simbah melaku arep nang omah cucune”
·         Ber – buat : berbuat, “budi berbuat jahat kepada rudi”
·         “Budi berbuat nakal karo rudi”
Ter –
·         Ter – tulis : tertulis, “nama ida tertulis di papan pengumuman”
·         “jenenge ida tertules nang papan pengumuman”
·         Ter – kecil : ”winti adalah mahasiswa terkecil”
·         “Winti yakneo mahasiswa tercilik”
Di –
·         Di – tinggal : ditinggal, “kakak ditinggal ibu kepasar”
·         “mbak ditinggal ibu nang pasar”
·         Di – ambil : diambil, “baju susi diambil tetangga”
·         “kelambine susi dijukok tetonggo”
Se –
·         Se – besar : sebesar, “jari jempol adik sebesar jari kucing”
·         “jari jempol adek segede jari kuceng”
·         Se – telah : setelah, “setelah wulan pergi, randi datang kerumah”
·         “setelah wulan lungo, randi moro nang omah”

Konfik (sisipan) bahasa jawa
Ke-an
·         Kekuasaan : “daerah ini kekuasaan kabupaten siak”
·         “daerah iki kekuasaane kabupaten siak”
·         Kekecilan : “baju adik kekecilan”
·         “Kelambine adik kecilian”
Ber-an
·         Berdatangan : “tamu ibu sudah berdatangan”
·         “tamu ibu wes podoteko”
·         Berjualan : “tetanggaku berjualan sayur mayur di pinggir jalan”
·         “tetonggoku dodolan sayur mayor nang pinggir dalan”
Ber-kan
·         Beristrikan: “dia sudah beristrikan orang minang”
·         “deene wes beristrine wong minang”
·         Bermandikan: “istana itu bermandikan cahaya”
·         “istana kae bermandenan cahoyo”
Men-kan
·         Menjualkan: “sinta menjualkan bros buatan ibuku”
·         “sinta dodolke bros gaweane emakku”
·         Mencucikan : “saya mencucikan baju ayah”
·         “awak dewe nyucekke kelambine bapak”
Peng – an
·         Penghitaman :”petugas itu penghitaman aspal”
·         “petugas kae pengirengan aspal”
·         Penghijauan :”sekolah melakukan penghijauan dilapangan”
·         “sekolah mengadakke penghijoan nang lapangan”
Per-an
·         Persatuan “palestina mengadakan persatuan dengan iran”
·         “palestina ngadakke persatuan karo iran”
·         Perjalanan “ukmi alkahfi mengadakan perjalanan ke sumatra barat”
·         “ukmi alkahfi ngadakke perjalanan nang sumatra barat”

Sufiks (akhiran) bahasa jawa
-an
·         Bersamaan “adik dan kakak bersamaan menuju rumah kakek”
·         “adik karo mbak bareng arep nang omae simbah”
·         Berduaan “ayah dan ibu berduaan dirumah”
·         “bapak karo mamak wong loro nang omah”
-kan
·         Letakkan “sarah letakkn kunci mobil di meja”
·         “sarah dekek kunci mobil nang mejo”
·         Tarikkan “mobil itu minta tarikkan mobil lain”
·         “mobil kae jaluk tarekke mobil lio”
-wan
·         Negarawan “negarawan itu berasal dari belanda”
·         “negarawan kae berasal seko londo”
·         Karyawan “ wahyu merupakan karyawan di pabrik indomie”
·         “wahyu merupakan karyawan nang pabrik indomie”
-isme
·         Animisme “warga papua masih percaya dengan animisme”
·         “wargo papua ijeh percoyo karo animisme”
·         Sekulerisme “orang itu menganut ajaran sekularisme”
·         “wong kae nganut ajaran sekularisme”

Infiks (sisipan) imbuhan yang terletak dalam kata dasar. Bahasa jawa
·         Suling – seruling         : suleng – seruleng
·         Gendang – gerendang : gendang – gerendang
·         Gigi – gerigi                : untu – gerigi
·         Luhur-leluhur              : luhur- leluhur
·         Laju-melaju                 : laju-melaju
·         Kuning – kemuning    :kuneng – kemuneng
·         Gembung – gelembung : gembung – gelembung
·         Gosok – gelosok         : gosok-gelosok
·         Gebyar – gemebyar     : gebyar gemebyar
·         Gelut – gemelud         : gelut – gemelud
·         Kerja – kinerja             : kerjo – kinerjo
·         Sambung – sinambung : sambong – sinambong
·         Tunjuk – telunjuk        : tunjuk – telunjuk
·         Panjat – peranjat         : panjat - peranjat
Em-
·         Jari –jemari      : jari-jemari
·         Kelud-kemelud : kelud-kemelud
·         Sabut – serabut  : sabut-serabut
·         Turun- temurun : turun- temurun

Rincian Biaya
Agustus 2012 masuk Universitas Islam Riau
Biaya semester
1.      4.784.000 + 2.100.00
2.      2.618.000
3.      2.618.000
4.      2.684.000
Jumlah : 12.704.000
Uang kos :
Kos 1 tahun 1.750.000 + 1.750.000 : 3.500.000
Uang perbulan :
1 bulan 700.000 : 12.600.000

Jumlah keseluruhan : 28.804.000